Art Original
REPOSITORY: PERBANDINGAN UJI STERILITAS SEDIAAN PARASETAMOL INFUS ANTARA YANG DIBUKA DI DALAM LAMINAR AIR FLOW (LAF) INSTALASI FARMASI DENGAN YANG DIBUKA DI RUANG PERAWATAN BANGSAL ANGGREK RS ORTOPEDI PROF DR R SOEHARSO SURAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sterilitas sediaan parasetamol infus yang dibuka di dalam Laminar Air Flow (LAF) Instalasi Farmasi dengan yang dibuka di ruang perawatan bangsal Anggrek RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan pendekatan kuantitatif menggunakan data primer. Sampel berupa parasetamol infus sebanyak 6 botol, yang masing-masing dibuka di dua lokasi berbeda (LAF dan bangsal). Uji sterilitas dilakukan menggunakan media Nutrient Agar Plate dengan pengamatan pada jam ke-0, 1, 12, 24, dan 48.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pertumbuhan bakteri maupun jamur pada seluruh sampel baik yang dibuka di LAF maupun di ruang perawatan hingga 48 jam setelah pembukaan. Hasil uji organoleptis juga menunjukkan tidak adanya perubahan warna, bau, maupun partikel pada seluruh sampel. Meskipun angka kuman udara di ruang bangsal lebih tinggi dibandingkan LAF, keduanya masih memenuhi standar yang ditetapkan. Hasil uji pembanding menunjukkan adanya pertumbuhan bakteri pada kondisi tanpa cuci tangan, yang menegaskan pentingnya teknik aseptik.
Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan sterilitas antara sediaan parasetamol infus yang dibuka di LAF dan di ruang perawatan, selama prosedur aseptik dilakukan dengan benar. Teknik dispensing yang sesuai standar, terutama praktik cuci tangan yang baik, berperan penting dalam menjaga sterilitas sediaan meskipun dilakukan di lingkungan non-steril.
Tidak tersedia versi lain